Membaca kondisi vegetasi dari udara
Citra multispektral membantu PF-Lestari melihat kesehatan tanaman, kerapatan tutupan hijau, dan indikasi stres vegetasi yang sulit dibaca hanya dari foto biasa.
PF-Lestari menghubungkan kegiatan konservasi, restorasi, dan pemberdayaan masyarakat dengan bukti geospasial yang dapat ditelusuri. Data lapangan, citra drone, LiDAR, dan hasil analisis kawasan disatukan untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat, transparan, dan terukur.
PF-Lestari tidak hanya menyimpan dokumentasi kegiatan. Platform ini membantu membaca kondisi kawasan melalui kombinasi data lapangan, citra udara, dan pemetaan tiga dimensi agar perubahan ekologis dapat dipantau dengan lebih presisi.
Citra multispektral membantu PF-Lestari melihat kesehatan tanaman, kerapatan tutupan hijau, dan indikasi stres vegetasi yang sulit dibaca hanya dari foto biasa.
LiDAR digunakan untuk memahami tinggi vegetasi, bentuk kanopi, kerapatan tegakan, dan indikasi biomassa pada area restorasi maupun konservasi.
Foto geo-tag, koordinat GPS, catatan aktivitas, dan dokumen pendukung menjaga setiap hasil analisis tetap terhubung dengan realitas lapangan.
Hasil pemantauan diolah menjadi indikator yang lebih mudah dipahami: area yang tumbuh baik, area yang mengalami tekanan, serta lokasi yang membutuhkan verifikasi atau tindak lanjut dari tim program.
NDVI membantu membaca tingkat kehijauan, vigor tanaman, dan perubahan kesehatan vegetasi dari waktu ke waktu.
MVI membantu memantau kondisi vegetasi mangrove pada kawasan pesisir, termasuk area yang pulih, menurun, atau perlu penanganan lanjutan.
Layer spasial disusun untuk melihat perubahan tutupan lahan, prioritas monitoring, dan hubungan antara aktivitas lapangan dengan dampak ekologis.
Struktur ini membantu PF Lestari menjaga transparansi: siapa yang mengisi, data apa yang masuk, bagaimana divalidasi, dan laporan apa yang keluar.
Tim lapangan mengumpulkan foto, koordinat GPS, catatan aktivitas, citra drone multispektral, dan data LiDAR sesuai kebutuhan proyek.
Setiap bukti diperiksa berdasarkan lokasi, waktu, kelengkapan data, dan keterkaitan dengan kegiatan konservasi, restorasi, atau pemberdayaan.
Data kawasan diolah menjadi indikator seperti NDVI, MVI, perubahan tutupan lahan, kesehatan vegetasi, dan prioritas tindak lanjut.
Hasil monitoring disajikan sebagai ringkasan proyek, indikator dampak, bukti lapangan, dan bahan laporan untuk pemangku kepentingan.
Status proyek, bukti lapangan, layer spasial, metrik dampak, dan dokumen pendukung disajikan dalam tampilan yang ringkas agar tim dapat memantau progres tanpa kehilangan jejak sumber datanya.
Manajemen dapat melihat progres proyek, status lokasi, dan indikator dampak tanpa membaca laporan panjang terlebih dahulu.
Setiap angka dapat dikaitkan kembali ke bukti lapangan, koordinat, waktu pengambilan, dan metode monitoring yang digunakan.
Ringkasan proyek dapat mendukung komunikasi publik, koordinasi mitra, dan kebutuhan pelaporan internal Pertamina Foundation.